Sabtu, 16 Juni 2012

Junk Food & Zat Aditif pada Makanan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
         Melalui berbagai symposium yang telah dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), ternyata makanan merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan manusia. Pola hidup yang tidak sehat ditengarai menjadi pemicu, dimana saat ini hal tersebut telah terbukti menurunkan tingkat kesehatan masyarakat dunia.
         Junk food yang kini ngetop di kalangan remaja adalah yang biasa ada di mall-mall, seperti pizza, hamburger, spagheti, hot dog, kebab dan lain-lain. Akan tetapi, sederet makanan ini akan kehilangan gengsi bila dilihat dari nilai gizinya. Makanan junk food mengandung kadar lemak jenuh yang berlebihan karena unsur hewaninya lebih banyak dibanding unsur nabati. Makanan junk food juga kurang serat, kurang vitamin, dan terlalu banyak sodium.
         Sebagai contoh ketika kita makan di KFC misalnya, kita akan disuguhi dengan minuman ringan atau soft drink. Soft drink juga tidak baik karena dapat menyebabkan peningkatan sekresi asam urat dan menyebabkan kerapuhan gigi karena kandungan gulanya.
         Ada letak perbedaan antara junk food dengan fast food, bila junk food sudah pasti termasuk fast food (makanan siap saji), tetapi tidak semua fast food dikategorikan sebagai junk food, jadi ada pula makanan cepat saji tersebut masih memiliki gizi yang terkadung di dalamnya. Memang fast food adalah makanan dengan bahan-bahan bergizi tinggi, akan tetapi proses pengolahannya serta penyajiannya membuat makanan fast food kehilangan nilai gizi, hal itu pula yang merubahnya sebagai junk food.
         Fenomena lain adalah penambahan zat aditif pada makanan tersebut, yang seharusnya kita tahu bahwa zat tersebut bila dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus akan berpengaruh pada kesehatan kita.

1.2.   Rumusan Masalah
         Di sini akan dibahas mengenai pengertian, jenis-jenis, kandungan, dan dampak dari pengkonsumsian junk food dan zat aditif. Serta hal-hal yang berkaitan dengan masalah pada judul tersebut.

1.3.   Tujuan
         Menyelidiki berbagai jenis makanan yang dikategorikan junk food dan kandungan gizi yang terdapat dalam makanan tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.   Pengertian
         2.1.1. Junk Food
          Junk Food, arti kata junk yaitu sampah, menurut Wikipedia adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan Junk Food mengandung jumlah lemak yang besar. Makanan cepat saji sering dianggap sebagai junk food, sementara makanan yang lain tidak dianggap, meskipun nutrisi yang dimilikinya hampir sama.
          Fokus utama dari istilah Junk Food sebenarnya adalah kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya. Sehingga implemantasinya dapat mengarah pada berbagai jenis makanan, tidak hanya makanan cepat saji. Sebab, adakalanya terdapat makanan cepat saji dalam komposisi nutrisi yang baik.
         2.1.2. Zat Aditif
          Zat aditif atau aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin. Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman dahulu. Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis.
          Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan.
          Agar makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik, rasa enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food aditiva). Adakalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi.

2.2.   Jenis-jenis
         2.2.1. Makanan Junk Food
          Menurut WHO, Badan Kesehatan Internasional dibawah naungan PBB. 10 golongan yang dikategorikan sebagai makanan junk food, mencakup :
1.           Makanan gorengan
Golongan makanan ini pada umumnya kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam proses menggoreng sering terjadi banyak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak/sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

2.           Makanan kalengan
Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas dari bahan asalnya. Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas. Bersamaan dengan tingginya  kandungan kalori, juga dapat menyebabkan obesitas.

3.           Makanan asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal. Bagi pengkonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir pada lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinyu mengkonsumsi makanan asin dapat menyebabkan radang lambung dan usus.

4.           Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)
Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet/pewarna dan lain-lain yang memberatkan beban hati/lever. Dalam ham dan sebagainya kadar natriumnya tinggi, mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

5.           Makanan dari daging berlemak dan jerohan
Walaupun makan ini mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral, tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara, dll.

6.           Olahan Keju
Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggi. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

7.           Mi Instant
Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

8.           Makanan yang dipanggang/dibakar
Mengandung zat penyebab kanker.

9.           Sajian manis beku
Termasuk golongan ini ice cream, cake beku, dan lain-lain. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.

10.        Manisan kering
Mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak fungsi hati dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal.
          Banyak orang yang keliru menganggap bahwa fast food merupakan junk  food. Padahal sebenarnya fast food memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun apabila terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi fast food, maka fast food tersebut akan menjadi junk food bagi tubuh kita. Jadi tidak semua fast food seperti fried chicken, hamburger, pizza, dan lain-lain merupakan junk food. Makanan-makanan tersebut dapat menjadi junk food apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus. Karena itu bukan berarti bahwa semua restoran-restoran fast food menjual junk food. Makanan-makanan fast food yang dibuat sendiri di rumah juga akan menjadi junk food apabila dikonsumsi berlebihan. Bahkan makanan-makanan yang seharusnya menyehatkan bisa berubah menjadi junk food. Berikut ini adalah 10 jenis makanan sehat yang berubah menjadi junk food. Setelah dikomersilkan, antara lain :
1.           Pizza
2.           Sayuran organik komersil
Banyak produk-produk organik yang beredar di pasaran adalah produk yang tidak pasti apakah produk organik tersebut menyehatkan.
3.           Sereal
Sereal yang dijual di pasaran adalah produk gandum, oat, atau beras yang telah ditambahi gula, sirup, dan bahan-bahan lain yang justru membuat sereal menjadi junk food bagi tubuh.
4.           Roti tawar
Roti tawar yang sehat seharusnya terbuat dari tepung, air. Sedikit garam dan ragi. Namun banyak produk roti tawar yang dipasarkan mengandung tepung dengan gula, sirup, bahkan bahan tambahan yang tidak berguna.
5.           Popcorn
Sebenarnya jagung itu sehat karena memiliki zat besi tinggi, rendah kalori dan sedikit gula. Namun banyak produk popcorn yang dijual di pasaran memiliki rasa yang asin karena justru kandungan gula dan garam di dalam produk popcorn yang lebih banyak sehingga tidak lagi menyehatkan.
6.           Kentang russet
Kentang ini adalah jenis kentang yang biasanya dipakai untuk membuat french fries. Ternyata jenis kentang ini dapat memicu terjadinya diabetes dan obesitas karena apabila dikonsumsi maka kentang ini cepat terkonversi menjadi gula darah. Meskipun begitu banyak produsen yang menambahkan gula dan garam pada produk kentang ini, karena jenis kentang ini memiliki rasa yang hambar.
7.           Teh hijau
Teh hijau sebenarnya adalah minuman yang menyehatkan. Namun sekarang banyak dipasarkan teh hijau dalam kemasan botol yang telah ditambahi zat-zat lain seperti gula, penambah rasa, dan pengawet yang membuat teh hijau tidak lagi menjadi minuman yang sehat.
8.           Sup kalengan
Awalnya sup kalengan memiliki komposisi yang ideal dan sehat. Namun lama-lama banyak produsen sup kalengan yang hanya memikirkan keuntungan sehingga produk sup kalengan mereka tidak lagi mengandung komposisi yang ideal dan sehat.
9.           Yoghurt
Banyak dijumpai yoghurt-yoghurt kemasan yang dijual di pasar swalayan. Sebagian produk yoghurt tersebut biasanya mengandung banyak gula dan buah yang diproses, kemudian disamarkan menjadi produk yoghurt yang sehat.
10.        Nugget ikan
Nugget ikan yang ada di pasaran memang membuat praktis, namun justru mengandung lebih banyak garam dan lemak sehingga tidak sehat bagi tubuh.
         2.2.2. Zat Aditif dan Kegunaannya
          Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaannya, diantaranya :
Ø   Penguat rasa
Monosodium Glutamat (MSG) sering digunakan sebagai penguat rasa makanan buatan dan juga untuk melezatkan makanan. Adapun penguat rasa alami diantaranya adalah bunga cengkeh, pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar. Contoh penguat rasa buatan adalah monosodium glutamat/vetsin, asam cuka, benzaldehida, amil asetat.

Ø   Pemanis
Zat pemanis buatan biasanya digunakan untuk membantu mempertajam rasa manis. Beberapa jenis pemanis buatan yang digunakan adalah sakarin, siklamat, dulsin, dan aspartam. Pemanis buatan ini juga dapat menurunkan risiko diabetes, namun siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen.

Ø   Pengawet
Bahan pengawet adalah zat kimia yang dapat menghambat kerusakan pada makanan, karena serangan bakteri, ragi, cendawan. Reaksi-reaksi kimia yang sering harus dikendalikan adalah reaksi oksidasi, pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya. Pengawetan makanan sangat menguntungkan produsen karena dapat menyimpan kelebihan bahan makanan yang ada dan dapat digunakan kembali saat musim paceklik tiba. Contoh bahan pengawet adalah natrium benzoat, natrium nitrat, asam sitrat, dan asam sorbat.

Ø   Pewarna
Warna dapat memperbaiki dan memberikan daya tarik pada makanan. Penggunaan pewarna dalam bahan makanan dimulai pada akhir tahun 1800, yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti kunyit, daun pandan, angkak, daun suji, coklat, wortel, dan karamel. Zat warna sintetik ditemukan oleh William Henry Perkins tahun 1856, zat pewarna ini lebih stabil dan tersedia dari berbagai warna. Zat warna sintetis mulai digunakan sejak tahun 1956 dan saat ini ada kurang lebih 90% zat warna buatan digunakan untuk industri makanan. Salah satu contohnya adalah tartrazin, yaitu pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna, diantaranya Tartrazin CI 19140. Selain tartrazin ada pula pewarna buatan, seperti sunsetyellow FCF (jingga), karmoisin (Merah), brilliant blue FCF (biru).

Ø   Pengental
Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Contoh pengental adalah pati, gelatin, dan gum (agar, alginat, karagenan).

Ø   Pengemulsi
Pengemulsi (emulsifier) adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air dan sebaliknya. Pada mayones bila tidak ada pengemulsi, maka lemak akan terpisah dari airnya. Contoh pengemulsi yaitu lesitin pada kuning telur, Gom arab dan gliserin.
Selain itu terdapat pula macam-macam bahan tambahan makanan, seperti :
1)           Antioksidan, seperti butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluena (BHT), tokoferol (vitamin E).
2)           Pengikat logam.
3)           Pemutih, seperti hidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, natrium hipoklorit.
4)           Pengatur keasaman, seperti aluminium amonium sulfat, kalium sulfat, natrium sulfat, asam laktat.
5)           Zat gizi.
6)           Anti gumpal, seperti aluminium silikat, kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida.

2.3.   Kandungan
2.3.1. Junk Food
          Junk food sering disebut-sebut tidak sehat bagi tubuh. Hal ini dikarenakan, kandungan nutrisi junk food sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasanya yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food adalah makanan berkadar garam (sodium) tinggi, bergula tinggi, berlemak jenuh dan kolesterol tinggi, namun kandungan nutrisi lainnya seperti protein, vitamin dan mineral sangat sedikit. Bila jumlah ini terlalu banyak didalam tubuh, maka akan menimbulkan banyak penyakit. Dari penyakit ringan sampai penyakit berat macam darah tinggi, stroke, jantung, dan kanker.
          Sodium tidak boleh kebanyakan terdapat di dalam tubuh kita. Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih dari 3300 miligram. Ini sama dengan 1 3/5 sendok teh. Bila sodium terlalu banyak, maka dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi juga akan berpengaruh munculnya gangguan ginjal, penyakit jantung, dan stroke. Satured fat berbahaya bagi tubuh karena zat tersebut merangsang organ hati untuk memproduksi banyak kolesterol. Kolesterol sendiri didapat dengan 2 cara, yaitu oleh tubuh itu sendiri dan ada juga yang berasal dari produk hewani yang kita makan.
          Kolesterol banyak terdapat dalam daging, ayam, ikan, telur,mentega, susu, dan keju. Bila jumlahnya banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh. Tingginya jumlah satured fat akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker  payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus. Lemak dari daging, susu, dan produk-produk susu merupakan sumber utama dari satured fat. Selain itu, beberapa junk food juga mengandung banyak gula. Gula, terutama gula buatan, tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Minuman bersoda, cake,dan cookies mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman bersoda mengandung paling banyak gula, sedangkan kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari 4 gram atau satu sendok teh sehari.
2.3.2. Tabel Zat Aditif pada Makanan

ID
NAMA
PRODUK
JENIS
MAKANAN
KANDUNGAN
ZAT ADITIF
1
Chitato
Makanan Ringan
TBHQ,MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB
2
Chitos
MaKanan Ringan
DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, pewarna, NaB, MSG
3
Piattos
Makanan Ringan
KCl, AAS, pewarna, NaB, MSG
4
French fries
Makanan Ringan
NaB, pewarna, Si, FF, AS, MSG
5
Potato Chips
Makanan Ringan
NB, FF, pewarna, AS, MSG
6
Potato Steak
Makanan Ringan
DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, MSG
7
Happy Tos
Makanan Ringan
KB, SB, pewarna, NaB, FF, MSG
8
Balls
Makanan Ringan
TBHQ, MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB, Si
9
Taro
Makanan Ringan
NB, FF, AS, CaCO3, KB, NaB, DG, DI, MSG
10
Double Dekker
Makanan Ringan
TBHQ, MSG, CaCO3, DG, NaB, pewarna,AS
11
Jet Zet
Makanan Ringan
KB, SB, MSG, NaB, FF, TBHQ, pewarna, KCO3, NB
12
Twisko
Makanan Ringan
DG, DI, KCO3, FF, TBHQ, TBHQ, MSG
13
Mie Remes ABC
Makanan Ringan
MSG, KB, SB, NaB, FF, pewarna, NB, Aas
14
Indomie Goreng
Makanan Siap Saji
Fe, PK, P, pewarna, AF, MSG, KB, SB, Aas, NB
15
Selera Rakyat
Makanan Siap Saji
MSg, NaK, NaB, KCO3, G, pewarna, KB
16
Sedap
Makanan Siap Saji
Tk, AR, MSG, pewarna, NB, NaB, KB, CaB
17
ABC
Makanan Siap Saji
MSG, NB, KB, CaB, TBHQ, Fe, PK, AF
18
Sarimi
Makanan Siap Saji
MSG, NB, MNG, MH, pewarna, AF, Fe
19
Gaga
Makanan Siap Saji
TF, MSG, NB, MNG, P, PK
20
Mie Duo
Makanan Siap Saji
MSG, Ng, NB, MNG, AF, AR
21
Salam Mie
Makanan Siap Saji
NaK, KCO3, Po, G, pewarna, Fe, Af, MSG
22
Pop Mie
Makanan Siap Saji
P, PK, Ng, MSG, AF, NB, MNG, Po
23
Cup Noodles
Makanan Siap Saji
pewarna, PK, F, Hp, Ps
24
Mie Gelas
Makanan Siap Saji
P, TBHQ, PK, MSG, MNG, NB
25
Mie Soun
Makanan Siap Saji
MSG,MNG, P, NB, PK, AF
26
Al-Ham Mie
Makanan Siap Saji
MSG,MNG, P, NB, PK, AF, TF
27
Sambal Asam Manis Kokita
Bumbu dalam Botol
Al, Ast, AS,MSG,Sk,AB,Ph
28
Sambal Terasi kokita
Bumbu dalam Botol
SB,MSG,Sk,AB,Bt
29
Sambal Bajak Kokita
Bumbu dalam Botol
SB,NB,MSG,Sk,Bt
30
Sambal Kecap Kokita
Bumbu dalam Botol
Pt,SB,MSG,Sk
31
Sambal Tauco Kokita
Bumbu dalam Botol
SB,Bd,MSG,Sk,Krt, NB
32
Sambal Balado Kokita
Bumbu dalam Botol
NB,Ast,SB,MSG,pewarna
33
Sambal Bangkok Kokita
Bumbu dalam Botol
Aa,Ca,La,SB,MSG,pewarna,NB
34
Sambal Indofood
Bumbu dalam Botol
Tkl,MSG,SB,pewarna,NB
35
Sambal Sasa
Bumbu dalam Botol
MSG,pewarna,P,Ast,NB,SB
36
Saus Tomat Lombok
Bumbu dalam Botol
NB,pewarna,MSG,Sk,AS,P,KB,Bd
37
Saus Raja Rasa
Bumbu dalam Botol
MSG,NB,Ca,Sk,pewarna
38
Saus Tiram
Bumbu dalam Botol
pewarna,MSG,Sk,Ca,NB,Ks
39
Kecap Sate
Bumbu dalam Botol
Sk,pewarna,NB,P
40
Kecap Indofood
Bumbu dalam Botol
KB,CaB,NB,Sk,pewarna,P,MSG
41
Kecap Cap Dorang
Bumbu dalam Botol
Sk,pewarna,P,NB,MSG
42
Kecap Bango
Bumbu dalam Botol
KB,CaB,NB,MSG,P
43
Kecap Piring Lombok
Bumbu dalam Botol
NB,MSG,P,Sk
44
Kecap ABC
Bumbu dalam Botol
MSG,P,Sk,NB
45
Saus Inggris
Bumbu dalam Botol
Vn,Gr,Sa,NB,MSG,P,Sk
46
Santan Kara
Bumbu Pelengkap dalam kemasan Plastik
MSG,Sk,P,NB,TBHQ
47
Cip Corned Beef
Makanan Kaleng
Nn,Po,N,Bd,Pn,Dg,MSG,Sc,Dim,Sn
48
Cip Soppini
Makanan Kaleng
TBHQ,Sn,Po,MSG,Bd,Pt,NB
49
Corned ABC
Makanan Kaleng
MNG,Nn,Bd,Pn,Sn
50
Sosis Champ
Makanan dalam Kemasan Plastik
Bd,Nn,TBHQ,Po,Pt
51
Sosis Farm House
Makanan dalam Kemasan Plastik
TBHQ,Sn,Po,MSG,Bd,Pt,NB
52
Sosis Vida
Makanan dalam Kemasan Plastik
NB,TBHQ,Po,Sn,Bd
53
Sosis Bernardi
Makanan dalam Kemasan Plastik
NB,Bd,Po,Pt
54
Bakso Vida
Makanan dalam Kemasan Plastik
NB,MSG,Po,TBHQ,B
55
Bakso Bernardi
Makanan dalam Kemasan Plastik
TBHQ,B,MSG,Po,Sn,NB
56
Qeju-Qeju
Makanan Pelengkap dalam Kemasan Kertas
KB,CaB,NB,N,Nn,Re,Pt,SB,An
57
Kraft Singles
Makanan Pelengkap dalam Kemasan Kertas
KB,NB,Kn,Nn,Re,Pt,SB,An,G
58
Blue Band
Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik
Krt,Ks,Ss,NB,CaB,KB
59
Palm Boom
Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik
NB,CaB,KB,Kst
60
Simas Margarin
Makanan Pelengkap dalam Kemasan Plastik
Krt,KB,NB,CaB,Ss,Ks
61
Chox
Permen
Ga,F,Sl,pewarna,Sk,P
62
Golia
Permen
Sg,Gl,M,Al,El,Pp,pewarna
63
Fruitella
Permen
AS,Ga,Gs,A,pewarna
64
Trebor
Permen
Am,AS,Ml,Em,pewarna
65
Big Babol
Permen
Gb,Gl,Sr,AS,pewarna
66
Gulas
Permen
pewarna,At,AS
67
Travella
Permen
Hm,M,CA,pewarna
68
Relaxa
Permen
pewarna,M,Hm
69
Station Rasa
Permen
AS,A,pewarna
70
Tango
Permen
CA,A,pewarna
71
Manise
Permen
AS,A,pewarna,Sk,P,Sl
72
Tamarin
Permen
At,AS,Sk
73
Plonk
Permen
Sg,Gl,M,Al,Pp
74
Kopiko
Permen
Ga,F,Sl,pewarna,Sk,P
75
Hexos
Permen
Gl,M,Al,El,Pp
76
Sugus
Permen
AS,Ga,Gs,F,pewarna
77
Collins
Permen
P,F,AS,Am,Gl
78
Boom
Permen
M,CA,AS,Hm,Gl
79
Pindy Mint
Permen
M,Hm,F,AS,pewarna
80
Hulabaloo
Biskuit
Ab,R,Pn,Sn,NB
81
Tops
Biskuit
Sl,Ab,NB
82
Gery
Biskuit
S,Pn.Sn,NB
83
Nyam-nyam
Biskuit
Ab,Em,NB,Ft
84
Twister
Biskuit
Ab,D,NB,Ft
85
Bricko
Biskuit
D,SB,NB,Sl,Ab
86
Selamat
Biskuit
V,Sl,Ab
87
Good Time
Biskuit
Ab,NB,V,Sl
88
Micmac
Biskuit
Ab,F,pewarna,NB,SB
89
Trenz
Biskuit
Ab,pewarna,V,Sl,MSG
90
Dueto
Biskuit
Ab,NB,SB
91
Snips Snaps
Biskuit
Ab,Sl,S,Pp,SB,NB
92
Trakinas
Biskuit
Ab,NB,pewarna,F,Sl
93
Oops
Biskuit
pewarna,Hp,NB,MSG
94
Oreo
Biskuit
Ab,NaB,NB
95
Ritz
Biskuit
Am,Pr,MNG,Kf
96
Tropicool
Jelly
NB,AS,Kr,Pc,pewarna
97
Okky
Jelly
I,Ks,Pe,pewarna
98
Inaco
Jelly
NB,AS,I,Pc,pewarna
99
Mariza
Selai
AS,Ks,pewarna
100
Welco
Selai
AS,pewarna,NB,Ks,P
101
Harry
Selai
pewarna,NB,AS,Ks,Pt
102
Pido
Selai
NB,AS,Ks,P,pewarna
103
Iduna
Selai
NB,Ks,AS,P,pewarna,Pt,I
104
Fresh
Pemanis dalam botol
NB,P,pewarna,CaB,KB,Bd,P,Pe
105
Marjan
Pemanis dalam botol
pewarna,NB,KB,Pe
106
Abc
Pemanis dalam botol
pewarna,Pe,P,Cab,Nb
107
Coffe Mocca
Pemanis dalam botol
Pe,NB,KB,P,pewarna
108
Leo
Pemanis dalam botol
P,Pe,pewarna,CaB,NB
109
Pocarri Sweat
Minuman dalam kaleng
AS,Ns,NaCl,CaCl,Kal,Mg,Prs
110
Fanta
Minuman dalam kaleng
Mg,Prs,pewarna,KB,CaB,NB,Bd
111
Green Sand
Minuman dalam kaleng
Prs,CaB,KB,Bd,Mg
112
Sprite
Minuman dalam kaleng
Prs,Mg,AS,Kal,NB
113
Coca-cola
Minuman dalam kaleng
KB,NB,Mg,Kal,AS
114
Diet Coke
Minuman dalam kaleng
AS,NB,Mg,Kal
115
Pepsi
Minuman dalam kaleng
AS,NB,Mg,Kal,Prs
116
Calpico Water
Minuman dalam kaleng
AS,Ns,NaCl,Kal,Mg,Prs
117
Sunkist
Minuman dalam kaleng
pewarna,Prs,NB,Kal
118
Fruit Tea
Minuman dalam kaleng
Ps,TBHQ,Prs,F,pewarna,NB
119
Ribena
Minuman dalam kaleng
Ps,Prs,pewarna,NB,AS
120
Go-go
Minuman dalam kaleng
Prs,pewarna,NB,AS

KETERANGAN
ID
SINGKATAN
KEPANJANGAN
1.
TBHQ
Antioksidan, ascorbid acid
2.
MSG
Monosodium Glutamat
3.
CaCO3
Kalsium Karbonat
4.
DG
Dinatrium Guanilat
5.
DI
Dinatrium Inolsitat
6.
Pewarna
Sunseet Yellow/Kuning FCF CI 15985,Karamel,Tartrazine CI 19140,Ponceou 4R CI 16255,Merah Allura CI 16035,Biru Berlian CI 42090,Enthrosine CI 45430,Indigotine CI73015,Coklat HT
7.
NaB
Natrium Bicarbonat
8.
Si
Siklamat
9.
FF
Ferro Fumarat
10.
KCL
Kalium klorida
11.
AS
Asam Sitrat
12.
NB
Natrium Benzoat
13.
SB
Sodium Benzoat
14.
KB
Kalium Benzoat
15.
Fe
Zat besi
16.
Pk
Pengatur Keasaman
17.
P
Pengental
18.
AF
Asam Folat
19.
KCO3
Kalium Karbonat
20
Po
Poliphospat
21.
G
Guar Gum
22.
Tk
Thickener
23.
AR
Acidity Regulator
24.
MNG
Mononatrium Glutamat
25.
MH
Metil-p-hidroksi Benzoat
26.
TF
Trikalsium Fosfat
27.
Ng
Natural Gum
28.
Nn
Natrium Nitrit
29.
N
Nitrat
30.
Bd
Belerang Dioksida
31.
Pn
Pepsin
32.
Dg
Disodium Guanilat
33.
Sc
Sodium Cloride
34.
Dim
Disodium Inosinate Maltol
35.
Sn
Sodium Nitrit
36.
Pt
Potassium
37.
Al
Asam Laktat
38.
Ast
Asam Asetat
39.
Sk
Sakarin
40.
Ph
Pigmen Heme
41.
Bt
Betasianin
42.
Krt
Karotenoid
43.
Aa
Acetid Acid
44.
Ca
Citrid Acid
45.
Tkl
Tokoferol
46.
Ks
Kalium Sorbat
47.
Vn
Vinegar
48.
Gr
Garlic
49.
Sa
Sorbid Acid
50.
F
Flavour
51.
Hp
Hidrosilat Protein Sayuran
52.
Ps
Pemanis
53.
Ga
Gom Arab
54.
Sl
Soya Lesitin
55.
Pg
Penggumpal
56.
Sg
Sirup Glukosa
57.
Gl
Gliserin
58.
M
Mentol
59.
El
Eukaliptol
60.
Pp
Pepermint
61.
Gs
Gelatin Sapi
62.
Am
Asam Malat
63.
Ml
Molases
64.
Em
Emulsifier
65.
Gb
Gum Base
66.
Sr
Sorbitol
67.
At
Asam Tartrat
68.
Hm
Herbal Mint
69.
CA
Cooling Agent
70.
A
Aroma
71.
Ab
Amonium Bicarbonat
72.
R
Ragi
73.
Pn
Papain
74.
S
Salt
75.
Em
Ekstrak Malt
76.
Ft
Fruktosa
77.
D
Dextrose
78.
V
Vanili
79.
Kf
Kalsium Fosfat
80.
Kr
Karagen
81.
Pc
Pectin
82.
I
Inulin
83.
Ks
Kalsium Sitrat
84.
Pe
Pengemulsi
85.
NaCl
Natrium Klor
86.
CaCl
Kalsium Klor
87.
Kal
Kalsium Laktat
88.
Mg
Magnesium Karbonat
89.
Prs
Pencita Rasa Sitrus
90.
Re
Renin
91.
An
Annato
92.
La
Lactid Acid
93.
NaK
Natrium Karbonat
94.
Ns
Natrium Sitrat
95.
Pr
Protease
96.
Kn
Kalsium Nitrit
Ss
Sodium Sitrat
98.
Am
Amilase
99.
B
Borax

2.4.   Dampak bagi Kesehatan
2.4.1. Junk Food
          Untuk menghasilkan cita rasa yang enak, junk food mengandung banyak lemak, garam dan gula, termasuk bahan tambahan pangan atau aditif sintetik untuk menimbulkan citarasa (seperti MSG) sehingga junk food berpotensi menimbulkan banyak penyakit, dari yang ringan sampai berat, seperti obesitas, diabetes, rematik akibat penimbunan asam urat, tekanan darah tinggi, serangan jantung koroner, stroke dan kanker. Saat ini penyakit-penyakit degeneratif tersebut tidak hanya diderita orang tua yang sudah berumur, tetapi juga anak muda.
          Berdasarkan data survei WHO umur rata-rata orang yang terjangkit jantungkoroner di dunia telah menurun dari 46 tahun ke 35 tahun. Junk food juga menyebabkan kecanduan. Riset membuktikan bahwa otak memberikan reaksi kecanduan yang sama terhadap junk food seperti halnya obat-obatan. Obesitas dan kecanduan obat memiliki fondasi saraf-biologis yang sama. Setelah terbiasamakan junk food, otak menjadi ketagihan dan memerlukan lebih banyak junk food untuk memenuhi rasa senang.
2.4.2. Zat Aditif
          Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis, apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain. Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah.

2.5.   Tips Aman Mengkonsumsi Junk Food
         Junk food bukanlah barang haram yang tidak boleh dikonsumsi. Kita boleh saja menikmati godaan rasa dari junk food ini, dengan memperhatikan langkah-langkah cerdik saat mengkonsumsinya. Beberapa tips yang disarankan dibawah ini dapat berguna untuk menghindari efek buruk dari konsumsi junk food.
1.           Pilihlah nasi untuk makanan pokok
Jika anda ke restoran siap saji, yang menyediakan kentang goreng dan nasi putih, maka pilihlah nasi sebagai makanan pokok. Hal ini akan mengurangi konsumsi lemak dan natrium yang banyak terdapat pada kentang goreng.

2.           Kurangi porsi dan ukuran
Belilah makanan dalam jumlah secukupnya dan cobalah berbagi dengan rekan anda. Ini akan mengurangi asupan gizi berlebih yang bisa menimbulkan kegemukan.

3.           Ganti soft drink dengan air mineral atau jus buah
Soft drink banyak mengandung gula dan rendah nilai vitaminnya, maka sebaiknya pilih air putih yang tidak mengandung kalori atau jus buah yang mengandung banyak vitamin.

4.           Jangan mengkomsumsi kulit ayam
Ingat, kulit ayam adalah sumber lemak jenuh dan kolesterol, karena itu buanglah bagian kulit dan nikmatilah dagingnya.

5.           Mintalah salad
Tambahkan salad pada menu anda sebagai sayuran yang mengandung banyak vitamin dan serat.

6.           Kurangi saus dan mayonnaise
Kurangi penggunaan saus dan mayonnaise, karena saus banyak mengandung natrium dan pengawet sedangkan mayonnaise mengandung lemak tinggi.

7.           Bacalah informasi nilai gizi pada label kemasan
Biasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan yang anda beli, sehingga anda bisa mengira-ngira jenis dan jumlah zat gizi yang anda konsumsi.

8.           Biasakan sarapan pagi di rumah
Mulailah hari anda dengan mengkonsumsi makanan sehat di rumah seperti jus buah, susu, sereal dan buah. Sarapan pagi di rumah akan mengurangi keinginan untuk membeli jajanan atau cemilan yang tidak sehat di luar rumah.

9.           Kurangi frekuensi makan junk food
Perhatikan frekuensi anda mengkomsi junk food, aturlah agar tidak melebihi 3-4 kali dalam sebulan.

10.        Olahraga
Tingkatkan kebugaran tubuh dengan berolahraga secara teratur. Olahraga akan membakar energi yang berasal dari konsumsi berlebih.
         Dengan uraian diatas, kita bisa mengkonsumsi junk food dengan memperhatikan beberapa hal seperti jumlah dan frekuensi mengkonsumsinya, serta keseimbangan komposisi gizinya.

2.6.   Undang-undang Keamanan Pangan

         Menurut undang-undang RI No 7 Tahun 1996 tentang Pangan, pada Bab II mengenai Keamanan Pangan, pasal 10 tentang Bahan Tambahan Pangan dicantumkan :
1.           Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apa pun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampau ambang batas maksimal yang telah ditetapkan.
2.           Pemerintah menetapkan lebih lanjut bahan yang dilarang dan atau dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam kegiatan atau proses produksi pangan serta ambang batas maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat 1.

2.7.   Kehalalan
TABEL
         BAHAN TAMBAHAN MAKANAN YANG DIRAGUKAN KEHALALANNYA
Bahan Makanan
Alasan
Potasium nitrat (E252)
Dapat dibuat dari limbah hewani atau sayuran. Digunakan untuk pengawet, kuring, mempertahankan warna daging. Contoh pada sosis, ham, keju Belanda.
L-asam tartarat (E334)
Kebanyakan sebagai hasil samping industri wine, sebagai antioksidan pemberi rasa asam produk susu beku, jelly, roti, minuman, tepung telur, wine, dll.
Turunan asam tartarat E335, E336, E337, E353 (dari E334)
Dapat berasal dari hasil samping industri wine antioksidan, buffer, pengemulsi, dll
Gliserol/gliserin (E422)
Hasil samping pembuatan sabun, lilin dan asam lemak dari minyak/lemak (dapat berasal dari lemak hewani). Sebagai pelarut rasa, menjaga kelembaban (humektan), plasticizer pada pengemas. Bahan coating untuk daging, keju, kue, camilan, dll.
Asam lemak dan turunannya, E430, E431, E433, E434, E435, E436
Dapat berasal dari turunan hasil hidrolisis lemak hewani. Pengemulsi, penstabil, E343: antibusa. Terdapat pada produk roti dan kue, donat, produk susu (es krim), desserts beku, minuman, dll.
Pengemulsi yang dibuat dari gliserol dan/atau asam lemak (E470 – E495)
Dapat dibuat dari hasil hidrolisis lemak hewani untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak sebagai pengemulsi, penstabil, pengental, pemodifikasi tekstur, pelapis, plasticizer, dll. Terdapat pada Snacks, margarin, desserts, coklat, cake, puding.
Edible bone phosphate (E542)
Dibuat dari tulang hewan, anti craking agent, suplemen mineral. Terdapat pada makanan suplemen.
Asam stearat
Dapat dibuat dari lemak hewani walaupun secara komersil dibuat secara sintetik dari anticracking agent.
L-sistein E920
Dapat dibuat dari bulu hewan/unggas dan di Cina dibuat dari bulu manusia. Sebagai bahan pengembang adonan, bahan dasar pembuatan perisa daging. Untuk produksi tepung dan produk roti, bumbu dan perisa.
Wine vinegar dan malt vinegar
Masing-masing dibuat dari wine dan bir. Sebagai pemberi rasa bumbu-bumbu, saus, salad.

         
         
         
         
         

BAB III
PENUTUP

3.1.   Kesimpulan
         Junk food dan zat aditif adakalanya mempunyai hubungan, bahan-bahan yang digunakan membuat makanan tersebut sering menggunakan zat aditif untuk cita rasa masakannya. Penambahan dengan menggunakan zat aditif non alami dirasa para produsen lebih efisien, cepat, dan murah dibanding yang alami. Hal itu menjadikan kecenderungan pemakaian zat-zat kimia yang terlalu sering, sehingga di masa sekarang sudah jarang ditemukan makanan yang 100% bahan dan proses pembuatannya dilakukan secara alami atau tradisional.
         Junk food maupun zat aditif bila dikonsumsi seminimal mungkin tidak akan terlalu berdampak buruk bagi kesehatan. Tetapi bila hal itu dikonsumsi berlebihan terlalu sering akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.
3.2.   Saran
         Setidaknya kita dapat menganalisa makanan dengan tepat, himbauan WHO atas daftar makanan diatas bukan berarti kita dilarang mengkonsumsinya, paling tidak pola hidup sehat juga didukung oleh pola makanan sehat dapat menyeimbangkan keduanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar